Bersahabat Dengan Perasaan

120 0

Paket Perasaan

“Perasaan datang ke dalam hidup kita dalam sebuah paket.
Ada yang membuat kita terganggu tak nyaman, namun juga banyak yang
memberikan kita warna dan kekayaan hati.”

Apa yang membuat manusia hidupnya lebih “ribet”? Perasaan.

Banyak orang sempat berpikir, andaikan kita tidak punya perasaan, mungkin mengambil keputusan akan menjadi sesuatu yang sangat mudah. Semua keputusan bahkan semua tindakan akan berjalan bebas tanpa gangguan-gangguan dan tak ada penyesalan apapun untuk setiap keputusan yang sudah diambil. Seperti komputer yang bisa mengeksekusi apapun tanpa pusing memikirkan “Bagaimana kalau nanti…?”

Seakan-akan kita menyimpulkan tanpa perasaan sama dengan tak ada kegelisahan, tak ada kegundahan dan tak ada kekhawatiran. Pada waktu berpikir demikian, kita sering lupa bahwa indahnya kehidupan juga ditemukan di dalam perasaan. Kebahagiaan, cinta, kedamaian, kelegaan, kebanggaan, kehangatan, semuanya adalah perasaan-perasaan yang membuat hidup menjadi bermakna.

Perasaan datang ke dalam hidup kita dalam sebuah paket. Ada yang membuat kita terganggu tak nyaman, namun juga banyak yang memberikan kita warna dan kekayaan hati.


Memeluk Perasaan

“Seringkali bagian dari dirimu yang terdalam ini, lebih mengetahui banyak hal
dan ia mencoba memberitahukannya kepadamu lewat
sinyal-sinyal perasaan yang muncul.”

Kesalahan terbesar kita adalah, kita berusaha menyingkirkan beberapa perasaan yang ada di dalam diri kita. Kita berusaha membuang beberapa perasaan tertentu yang kita nilai tidak nyaman, berbahaya, atau kelihatannya tidak menguntungkan. Padahal, apapun yang kita rasakan, semuanya itu adalah bagian dari diri kita yang mencoba menyuarakan pesan penting bagi kita.

Seringkali, kesedihan adalah cara dirimu terdalam, untuk memberitahumu bahwa ada hal yang kau anggap berharga yang telah hilang. Kadang kala, kemarahan adalah cara dirimu terdalam, untuk menunjukkan padamu prinsip apa yang terlanggar. Dan, bisa juga rasa tertekanmu, adalah cara dirimu terdalam untuk menunjukkan kepadamu bahwa ini saat-saat krusial untuk kau bertindak.

Itu artinya perasaanmu adalah pesan dari dirimu sendiri yang ada di kedalaman. Seringkali bagian dari dirimu yang terdalam ini, lebih mengetahui banyak hal dan ia mencoba memberitahukannya kepadamu lewat sinyal-sinyal perasaan yang muncul. Itu sebabnya, alih-alih mencoba untuk menyangkali dan menghapus perasaanmu, justru seharusnya kita “memeluk” perasaan itu dan mencoba mendengarkan pesan apa yang ingin ia sampaikan.

Bersahabat dengan perasaaan, adalah langkah awal untuk bisa mengelola perasaan. Ketika kita bisa menerima perasaan-perasaan yang muncul dari dalam diri, di situlah kita bisa memahami apa yang sedang terjadi dengan diri kita, sehingga kita memiliki kemampuan untuk bisa mengelolanya.

Perasaan adalah bagian tak terpisahkan dari manusia. Perasaan adalah berkah bagi manusia. Karenanya, jangan coba memusuhinya. Bersahabatlah dengannya, pahami apa pesannya, dan berjalanlah bersamanya untuk mengelolanya. Maka, kau akan menemukan bahwa perasaanmu akan menjadi kekuatanmu.

Josua Iwan Wahjudi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.