Hidupmu Bukan Lintasan Lomba Maraton

75 0

Pernahkah kau merasa kecil hati kala melihat teman-temanmu selalu selangkah, atau bahkan beratus-ratus langkah, lebih maju dibandingkan dirimu? Kau merasa hidupnya sempurna dengan apa pun yang dia miliki. Entah itu pekerjaan, keluarga, hingga beragam pencapaian. Kepercayaan dirimu kian menciut, hari-hari ditapaki dengan memberengut, dan rasa kecewa muncul makin berlarut-larut.

Mungkin kau lupa bahwa kau ini bukan lagi di arena lomba lari. Kau tidak harus memacu lajumu secepat mungkin untuk mengimbangi langkah teman-temanmu. Asalkan kau mau percaya pada lintasan perjalanan yang Sang Pencipta siapkan buatmu, kau sungguh tak perlu terengah-engah terus berlari. Kau akan baik-baik saja karena hidupmu bukanlah lintasan lomba maraton.

Hargai Lintasan Perjalananmu

Selama ini kau hanya menatap keberhasilan temanmu dari kulit luarnya saja. Kau tak paham berapa banyak keringat dia cucurkan demi menggapai apa yang dia dapatkan sekarang. Apa yang kau anggap indah di mata pastilah punya proses sedemikian rumit yang tak bisa kau duga.

Jadi, palingkan pandanganmu dari kemilau kehidupan milik temanmu. Berhentilah terpukau berlebihan pada hidupnya karena kau juga punya kisah perjalanan tak kalah hebat. Arahkan kembali matamu pada lintasan kehidupanmu, hargai perjalanan yang sudah kau lalui, dan mulailah bergerak kembali.

 

“Jangan biarkan rumput di halamanmu sendiri mengering
hanya gara-gara kau terlalu sibuk menatap rumput tetangga.”

 

Rayakan Langkah-Langkah Kecilmu

Dalam menapaki lintasan perjalanan hidup, satu jengkal langkahmu tentulah amat berharga. Kau tidak usah jalan cepat-cepat atau bahkan berlari kencang demi mencapai garis finis. Yakinlah kau pasti akan lekas sampai di sana selama hatimu teguh menjejakkan kaki tanpa sekali pun gamang.

Bergeraklah terus, meski ada kalanya di pertengahan jalan kau terantuk batu. Rayakan setiap langkah kecilmu, sekali lagi tanpa perlu berlari, hingga garis finis di ujung sana sanggup kau tapaki. Lupakan arena perlombaan, ini waktunya kau menikmati perjalananmu sendiri.

 

“Kau cukup terus bergerak untuk mencapai garis finis.
Bergerak, bukan berlari. Ini perjalanan hidup, bukan arena perlombaan.”

 

Berterima Kasih untuk Tiap Berkat

Kalau kau sanggup melihat hidup temanmu terlihat begitu hebat, bagaimana dengan hidupmu sendiri? Tahukah kau, Tuhan juga menorehkan banyak berkat luar biasa di hidupmu? Sayang, tanpa sadar kau acap kali mengabaikannya.

Berterima kasihlah untuk setiap berkat yang hadir menemani langkah-langkah kecilmu. Saat kau merasa hidupmu belum ada apa-apanya, coba hitung berkat-berkat kecil dari Sang Pencipta yang pernah kau dapatkan. Bukankah kau juga memiliki kehidupan tak kalah dahsyat dari temanmu?

 

“Rehat sejenak, lalu tengoklah ke belakang. Hitung berkat-berkat
yang kau peroleh, niscaya kau akan dapati hidupmu sudah sempurna.”

 

Pijakkan langkah-langkahmu dengan hati gembira di lintasan perjalanan hidupmu. Kau tak usah gentar merasa tertinggal. Ingat, kau bukan berada di lintasan lomba maraton. Jagalah untuk terus bergerak, bersyukur, dan percaya.

Jessica Dima

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.