Melupakan dan Mengampuni

99 0

Dendam adalah ambisi untuk mengembalikan pedih perih yang dialami kepada penyebab luka itu sendiri. Memelihara dan memberi makan dendam secara terus menerus perlahan akan membentuk bukit luka batin.

 

“Bukit luka batin yang terlalu tinggi akan sulit disembuhkan dan
bekasnya akan menetap lama hingga amat menyakitkan.”

 

Menolak Luka dan Angkara Murka

Menolak pedih perih yang mulai menyembul adalah hal wajar untuk dilakukan saat kita disakiti. Tindakan ini adalah perisai yang kita gunakan untuk menangkis dan mengurangi gelombang sakit yang mulai menyerang.

Usai perisai itu mulai rusak dan koyak, maka angkara murka pun mendobrak dan mengisi setiap sudut hati. Murka pada penyebab luka, murka pada diri sendiri, dan murka pada keadaan. Setelah murka sirna, terbit rasa-rasa lain yang sebelumnya terselimuti.

Kata “Andai” yang Bermakna Sejuta Arti

Kekecewaan dan putus asa yang sebelumnya terselimuti kini bagaikan bensin yang dituang pada nyala api. Membakar rasa lain, hanya menyisakan perih yang begitu hebat dan membuat mati rasa serta kehilangan kendali atas perasaanmu sendiri. Sejuta kata andai melintas di pikiranmu. Andai kau melakukan hal yang berbeda, mungkinkah luka ini tidak akan ada?

Kata andai begitu menyiksamu, keterpurukan perlahan mulai menyapamu. Kau merasa tidak berdaya dan mulai bertanya pada Sang Pencipta. Mengapa keadaan tidak sesuai seperti keinginanmu? Mengapa ada sosok yang begitu keji? Mengapa aku begitu malang? Mengapa harus aku yang mengalami rasa sakit ini?

Melupakan, tapi Tidak Mengampuni

Perih yang begitu hebat membuatmu ingin melupakan segalanya. Setiap namanya disebut, hatimu menangis dan terluka. Kau ingin berteriak dan membeberkan semua kekejian yang dia lakukan. Perlahan kau sadari, tersimpan dendam dalam sudut hatimu yang paling kelam.

Tersimpan ambisi untuk mengembalikan rasa sakit yang kau alami pada sosok penyebab itu. Dalam sudut hatimu yang hangat, terdengar kata ampun, walau kau belum mampu melakukannya. Kau melupakan, tapi tidak mengampuni.

Mengampuni adalah perjalanan yang tidak ada ketentuan jangka waktu

Mengampuni adalah perjalanan yang dihiasi dengan jatuh bangun. Tak perlu malu jika perjalananmu membutuhkan waktu yang lama karena tiap orang memiliki jangka waktunya masing-masing. Teruslah melangkah, walau perlahan, dalam perjalanan yang mendewasakan ini. Beristirahat jika letih, tapi jangan berhenti.

 

“Pada akhirnya, melupakan dan mengampuni akan
membawamu
melihat pelangi yang begitu indah.”

 

Cindy Maya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.