Pelangi Hitam Putih

112 0

Warna-Warni Kehidupan

Seraut cahaya memancar. Berpendar dalam kabut gelap. Mata menilik dalam asa.Terlintas sebuah pelangi dari sayap cakrawala yang teduh. Namun, pelangi hitam putih tampak mencengkeram. Mungkin nampak seperti itu kehidupan kita.

Seraya ada ketenangan. Kedamaian. Tertawa terbahak-bahak. Kemudian musnah. Kita berlari lagi dan lagi. Mencari dan mengejar untuk mengisi kekosongan hati yang tak kunjung puas. Dahaga terus menghimpit sehingga terasa muak. Semua hanya fatamorgana.

Merajut Bahagia

“Mengejar kebahagian itu semu.
Karena kebahagiaan itu kita yang ciptakan bersama dengan orang-orang yang mencintai kita,
yang mau menerima kita apa adanya tanpa menuntut.”

 

Setiap orang menginginkan kebahagiaan, kesempurnaan dalam hidup. Memiliki banyak harta. Memiliki pasangan yang sesuai dengan impian. Menjadi orang sukses dalam segala hal. Dihormati atau dihargai. Bahkan, ingin memiliki keluarga idaman. Banyak keinginan di hati dan pikiran manusia. Karena mereka berpikir itulah sebuah kebahagiaan.

Mengejar kebahagian itu semu. Karena kebahagiaan itu kita yang ciptakan bersama dengan orang-orang yang mencintai kita, yang mau menerima kita apa adanya tanpa menuntut.

Berjalan dalam taman yang kau sangka indah. Menapaki setiap jejak alur perjalanan. Menatap kelopak bunga jatuh dalam genggaman tangkainya. Tak terasa kaki telah terluka oleh duri. Desiran jiwa merana dalam gelombang keputusasaan. Mencari jawaban dari sebuah bongkahan kepalsuan.

Ternyata, hanya sekejap bahagia itu muncul dan perasaan merana berhasil merebut jiwa kembali. Menyekap dalam lingkarannya. Itu hanya sebuah mimpi. Akibat perasaan sepi, kosong, dan hidup dalam kepura-puraan.

Lunglai. Menyerah dengan nasib. Hal yang biasa dilakukan orang yang putus asa. Tapi, apakah itu sebuah jawaban?  Apakah kekosongan hati akhirnya akan terisi dari sebuah penyerahan?

Melukis Warna Bahagia

“Warnailah pelangi hitam putihmu dengan kebahagiaan,
yang kau ciptakan bersama orang-orang yang mencintaimu dengan tulus”

 

Raihlah asa untuk menyegarkan dahaga jiwamu. Meskipun, hanya sekecil biji sesawi.Genggamlah tangan mereka yang tulus mencintaimu, meskipun harus tertatih. Peluk erat jiwamu dalam balutan cinta dan kasih, meskipun banyak luka belum terbalut. Berdamailah dengan diri sendiri, tanpa menyalahkan masa lalunya. Inilah jawaban yang selama ini kau cari.

Dalam bingkai keimanan dan pengharapan dalam sebuah kasih yang tak pernah lekang oleh waktu. Sebuah cinta, harapan dan doa orang – orang yang tulus mengasihimu. Dan cinta dari Sang Maha Pencipta. Pelangi hitam putih tak selamanya buruk dipandang, bila tepat kita memandangnya. Tetapi, ada cinta yang dapat menciptakannya berwarna.

Warnailah pelangi hitam putihmu dengan kebahagiaan, yang kau ciptakan bersama orang-orang yang mencintaimu dengan tulus. Maka, pelangi itu akan memancarkan cahaya yang rupawan dan terkenang sepanjang masa hidupmu.

Sindy Simon

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.