Men Sana In Corpore Sano artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Tubuh, jiwa, dan batin yang kuat menghasilkan seorang pribadi berkarakter baik. Tak hanya itu, nilai-nilai kehidupan di keluarga serta sosial juga bisa dibilang berhasil.

Kita menyadari bahwa hidup ini tidak boleh hanya terpaku pada ego atau keinginan hati kita. Penerimaan dari orang-orang dekat kita, terutama keluarga, menjadi kunci kita dapat bertumbuh menjadi pribadi dengan kesadaran diri tinggi. Hal itu nantinya akan berdampak dalam kehidupan kita terhadap sesama. Penerimaan diri tersebut adalah bentuk kasih kepada sesama.

 

Anugerah Tiga Kecerdasan pada Manusia

Manusia memiliki tiga kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual. Pertanyaannya, sudah kita cukup paham mengenai ketiga macam kecerdasan tersebut?

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan dasar manusia dalam hal mengerjakan keterampilan standar dalam suatu aktivitas. Sementara, kecerdasan emosi adalah kemampuan hati manusia yang mampu merasakan, memahami, juga menerapkan kepekaan emosi. Terakhir, kecerdasan spiritual berhubungan dengan perlindungan serta pengembangan jiwa. Dalam hal ini, suara hati manusia yang memiliki kemampuan berperan dalam menilai suatu kebenaran dibandingkan panca indera.

Manakah yang lebih penting dari ketiga kecerdasan di atas? Jawabannya adalah seharusnya bisa berjalan selaras. Sayangnya, harapan supaya ketiga kecerdasan berjalan seimbang memang masih sangat sulit ditemukan. Tingginya kecerdasan intelektual tidak lantas membuat seseorang punya kecerdasan emosional dan spiritual yang baik pula.

 

Berdamai dengan Diri Sendiri

Salah satu jalan menyeimbangkan ketiga kecerdasan tadi adalah dengan berdamai dengan diri sendiri. Sikap ini mampu membentuk empati dan rasa syukur dalam diri. Dengan mau berdamai pada diri sendiri, kita sanggup bangkit dari keterpurukan masa lalu, berani menghadapi tantangan, menghargai diri, serta mengasihi diri.

Kita cenderung terpasung dalam masa lalu kelam, kepahitan, kekecewaan yang mendalam. Di titik itu, kita memerlukan penerimaan dari keluarga, orang-orang dekat, atau komunitas untuk menjadi sahabat dan pendengar yang baik.

 

“Penerimaan akan diri akhirnya membuka kesempatan
bagi nurani untuk lebih terbuka pada Sang Pemilik Hati.”

 

Kala hati lebih terbuka, emosi dan spiritual kita pun dapat dikelola menjadi lebih baik. Ini langkah awal untuk menyelaraskan kecerdasan intelektual dengan dua kecerdasan lainnya. Dengan begitu, kita siap menjadi pribadi yang terus bertumbuh.

 

Hidup Kita Berharga

Lambat laun, kita jauh lebih bisa menghargai hidup orang lain. Di momen tersebut kita sadar bahwa kita tidak sempurna, begitu juga orang lain. Kita lebih mampu menguasai emosi, menempatkan posisi seperti orang lain, dan memahami betapa berharganya hidup kita dan orang lain.

Inilah kekuatan diri kita. Kecerdasan spiritual menyembuhkan jiwa. Dari dalam diri kita akan terpancar karakter kita yang menghasilkan nilai-nilai hidup yang nyata dan berbuah serta berdampak buat lingkungan di sekitar kita.

 

Vinsensia Katrin

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

©2021 Teman Berteduh

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account